(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY tertekan mendekati kisaran terendah dalam hampir 4 pekan pada akhir perdagangan forex sesi Asia hari Selasa (26/5/2026) di tengah kuatnya dolar AS sebagai safe haven.
Yen bergerak lebih rendah karena berita operasi militer AS yang baru di Iran selatan dan negosiasi perdamaian yang sedang berlangsung membuat investor tetap waspada.
Militer AS dilaporkan menargetkan lokasi peluncuran rudal dan kapal yang diduga mencoba memasang ranjau di Iran selatan, dengan Komando Pusat AS mengatakan operasi tersebut bertujuan untuk melindungi pasukan Amerika di wilayah tersebut.
Sementara itu, Presiden Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Teheran berjalan dengan baik, meskipun ia memperingatkan bahwa serangan tambahan dapat terjadi jika negosiasi gagal.
Sebagai informasi secara fundamental menunjukkan tingkat inflasi inti Jepang melambat ke level terendah empat tahun pada bulan April, mengurangi tekanan pada Bank Sentral Jepang untuk memperketat kebijakan moneter dalam waktu dekat.
Namun demikian, bank sentral mungkin terus mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih lanjut karena ekonomi Jepang tetap relatif tangguh.
Secara teknikal pair USDJPY bergerak rally menembus posisi resisten kuat hariannya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair akan bergerak ke resisten selanjutnya.
Pair kini berada di posisi 159,02 dan sedang naik ke posisi R1, jika tembus mendaki ke kisaran 159,40 dan lanjut ke resisten lemahnya di posisi R2.
Namun jika pair tidak menembus 159.15, berpotensi berbalik turun dan menuju posisi 158,80, jika tembus meluncur ke 158,70 sebelum ke support lemahnya di S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 159.32 | 159.25 | 159.02 | 158.87 | 158.70 | 158.58 | 158.42 |



