(Vibiznews – Economy) – Badan Pusat Statistik hari Selasa (2/6/2026) merilis nilai ekspor Indonesia pada bulan April 2026 melonjak 21,98% year-on-year ke level tertinggi 4 bulan sebesar USD 25,30 miliar, pulih tajam dari penurunan 3,1% pada Maret.
Data ekspor tersebut jauh melampaui perkiraan pasar sebesar 8,8%, yang merupakan pertumbuhan terkuat sejak Agustus 2022.
Sementara itu impor Indonesia melonjak 22,49% yoy ke rekor tertinggi USD 25,21 miliar pada April 2026, meningkat tajam dari kenaikan 1,51% pada Maret, dan melampaui perkiraan 3,25%.
Data impor diatas merupakan peningkatan impor tercepat sejak Agustus 2022, di tengah upaya pemerintah untuk mendukung permintaan domestik dan kenaikan harga minyak.
Peningkatan impor melebihi ekspor pada bulan April memperlihatkan surplus perdagangan Indonesia menyusut pada bulan tersebut.
Surplus perdagangan Indonesia menurun menjadi USD 0,09 miliar pada April 2026 dari USD 0,20 miliar pada bulan yang sama tahun lalu, jauh di bawah ekspektasi USD 1,5 miliar, merupakan surplus perdagangan terkecil sejak Indonesia mencatatkan defisit pada April 2020.

Mengenai melonjaknya data impor banyak disumbang oleh lonjakan impor minyak dan gas melonjak 82,52% yoy menjadi USD 4,60 miliar setelah kenaikan 1,34% pada Maret.
Demikian impor non-migas juga meningkat 14,11% menjadi USD 20,62 miliar, didorong oleh peningkatan pembelian mesin dan peralatan mekanik serta suku cadangnya (7,18%) dan mesin dan peralatan listrik serta suku cadangnya (21,85%).
Terkait data ekspor, ekspor non-minyak dan gas melonjak 23,36% menjadi USD 24,15 miliar, namun ekspor minyak dan gas turun 1,20% menjadi USD 1,16 miliar.



