(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Jumat siang ini (19/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah signifikan, menambah loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia menanjak setelah melaju 2 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah 0,50% atau 88 poin ke level Rp 17.818 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.730. Rupiah terpantau terkoreksi di hari ketiganya semakin menjauhi area 3 minggu terkuatnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.820 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.821, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 17.818.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah melaju 2 hari di sesi global sebelumnya; rally ke 13 bulan tertingginya oleh the Fed yang cenderung hawkish akan menaikkan suku bunganya.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini naik ke 100,95, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 100,81.
Sementara itu, IHSG Jumat di akhir sesi pertama terpantau melemah 45,019 poin (0,73%) ke level 6.127,321, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya bias melemah di tengah keraguan investor atas efektifnya perjanjian damai AS-Iran dan estimasi kenaikan suku bunga the Fed ke depannya, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam gain.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak naik, Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.995 – Rp17.690.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting






