Rekomendasi Forex EUR/USD 25 Juni 2026 : Mewaspadai Kenaikan Dolar AS

91

(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun pada hari Rabu, terbebani kenaikan dolar AS.

Pasangan mata uang EUR/USD berakhir turun 0,20% pada 1.1358.

Euro mencatatkan level terendah baru dalam 1 tahun dan berakhir turun, terbebani penguatan dolar AS.

Selain itu, Euro jatuh di tengah dampak negatif dari hari Senin, setelah komentar dovish Presiden ECB Lagarde mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga ECB tambahan, ketika ia mengatakan tidak melihat perlunya respons ECB yang lebih tegas terhadap perang AS-Iran.

Namun kenaikan Euro dikurangi setelah komentar hawkish dari anggota Dewan Eksekutif ECB Isabel Schnabel, yang mengatakan, “Dari perspektif hari ini, kita perlu terus menaikkan suku bunga untuk mengembalikan inflasi ke target kita sebesar 2% dalam jangka menengah.”

Selain itu, berita ekonomi Zona Euro pada hari Rabu mendukung Euro, karena indeks kepercayaan bisnis IFO Jerman naik lebih dari yang diperkirakan.

Indeks kepercayaan bisnis IFO Jerman Juni naik +0,6 menjadi 85,6, lebih kuat dari ekspektasi 85,5.

Pasar memperhitungkan peluang +9% untuk kenaikan suku bunga sebesar +25 basis poin oleh ECB pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 23 Juli.

Siang nanti akan dirilis data GfK Consumer Confidence Juli Jerman yang diindikasikan sedikit peningkatan.

Dari AS, malam nanti akan dirilis data PCE Price Index Mei AS dan Core PCE Price Index Mei AS yang diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun jika penguatan dolar AS terus berlangsung. Juga jika malam nanti data PCE Price Index Mei AS dan Core PCE Price Index Mei AS terealisir naik dan menguatkan dolar AS, akan menekan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1327- 1.1296. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1387-1.1416.