(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir turun pada hari Kamis, terpicu kenaikan pasar saham pada hari Kamis mengurangi permintaan likuiditas untuk dolar.
Indeks dolar AS berakhir turun 0,09% pada 101,51.
Sementara itu, data PCE gagal mencatatkan kenaikan. Baik PCE Price Index maupun Core PCE Price Index, naik sesuai perkiraaan. Dengan data inflasi yang moderat dapat mencegah The Fed memperketat kebijakan moneter, yang merupakan hal negatif bagi dolar AS.
Indeks harga PCE inti AS bulan Mei, indikator inflasi pilihan Fed, naik +3,4% y/y, tepat sesuai ekspektasi dan merupakan laju kenaikan tercepat dalam 2,5 tahun.
Namun kerugian pada dolar dikurangi, setelah data ekonomi AS pada hari Kamis menunjukkan kenaikan. PDB kuartal pertama direvisi naik, klaim pengangguran mingguan turun lebih dari yang diperkirakan, dan pengeluaran dan pendapatan pribadi Mei, serta pesanan baru barang modal Mei naik lebih dari yang diperkirakan.
PDB AS kuartal pertama direvisi naik menjadi +2,1% (kuartal ke kuartal tahunan), lebih kuat dari ekspektasi tidak ada perubahan pada +1,6%.
Klaim pengangguran awal mingguan AS turun -12.000 menjadi 215.000, menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat daripada perkiraan 225.000.
Pengeluaran pribadi AS Mei naik +0,7% m/m, lebih kuat dari perkiraan +0,6% m/m. Pendapatan pribadi bulan Mei naik +0,7% m/m, lebih kuat dari ekspektasi +0,4% m/m dan merupakan kenaikan terbesar dalam 10 bulan.
Pesanan baru barang modal AS bulan Mei (non-pertahanan, kecuali pesawat dan suku cadang), sebagai proksi untuk belanja modal, naik +1,6% m/m, lebih kuat dari ekspektasi +0,6% m/m.
Pasar swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar +25 basis poin pada pertemuan FOMC berikutnya pada 28-29 Juli sebesar 32%.
Malam nanti akan dirilis data Michigan Consumer Sentiment Final Juni AS yang diindikasikan meningkat.
Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Williams dan Kashkari.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun dengan data PCE sesuai perkiraan, juga kesepakatan AS-Iran yang membuka selat Hormuz, meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Namun jika malam nanti data Michigan Consumer Sentiment Final Juni AS terealisir meningkat dan pernyataan pejabat Fed bersifat hawkish bagi kebijakan suku bunga Fed, akan menguatkan dolar AS . Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 101,29-101,08. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 101,73-101,96.








