(Vibiznews – Market Mover) Ketegangan AS-Iran terus meningkat, perang kedua negara tidak hanya saling menyerang, tapi meluas ke berbagai negara di Timur Tengah.
AS melakukan serangan udara hari kesembilan berturut-turut terhadap Iran pada hari Senin, membom target militer dan jaringan komunikasi, dan Iran membalas dengan meluncurkan drone dan rudal ke pangkalan AS di Kuwait, Yordania, Bahrain, dan Irak.
New York Times melaporkan bahwa AS mengirimkan lebih banyak pesawat tempur ke Timur Tengah, termasuk jet tempur F-35 dan F-16, sebuah kemungkinan pertanda bahwa operasi militer AS dapat meluas dalam beberapa hari mendatang.
Selain itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Senin bersumpah bahwa Iran “akan membayar” atas pembunuhan tiga tentara AS dalam beberapa hari terakhir.
Pemberontak Houthi mengatakan mereka akan memberlakukan blokade maritim terhadap Arab Saudi sebagai pembalasan atas apa yang mereka sebut sebagai pengepungan kerajaan terhadap ibu kota Yaman.
Ketegangan perang AS-Iran yang terus berlangsung dan meningkat, bahkan meluas sampai ke berbagai negara di Timur Tengah, memicu permintaan safe haven bagi dolar AS, dan juga menaikkan harga minyak mentah akibat gangguan pelayaran dan distribusi minyak di Selat Hormuz.
Harga emas dapat turun seiring ketegangan perang di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak, yang mendorong ekspektasi kenaikan inflasi yang dapat membawa pertimbangan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga.








