(Vibiznews – Index) – Bursa Saham Wall Street pada penutupan pasar hari Rabu waktu AS berakhir bergerak bervariasi (mixed). Indeks Dow Jones Industrial Average berhasil kembali mencetak rekor tertinggi baru sepanjang sejarah, sementara laju penguatan indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite justru tertahan akibat koreksi pada sejumlah saham di sektor teknologi.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik +0,49% atau 263,24 poin ke level 54.349,12, mencatatkan rekor penutupan tertinggi baru. Sebaliknya, indeks S&P 500 ditutup melemah -0,17% ke level 7.723,55, dan indeks Nasdaq Composite ditutup turun -0,83% ke level 26.363,44.
Aksi ambil untung (profit taking) menjadi salah satu faktor utama yang menahan laju penguatan pasar secara keseluruhan pada sesi perdagangan kali ini. Setelah indeks S&P 500 mencatatkan reli besar yang berhasil menambah nilai kapitalisasi pasar hingga USD 3,7 triliun dalam empat hari perdagangan sebelumnya, investor cenderung mengambil jeda dengan melakukan koreksi yang sifatnya sehat terhadap posisi mereka.
Sentimen geopolitik turut memberikan warna positif bagi pasar, dengan investor merespons baik adanya tanda-tanda kemajuan kesepakatan untuk memulihkan aktivitas serta membuka kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz, Timur Tengah.
Saham-saham yang menggerakkan bursa hari Rabu mencatatkan divergensi kinerja yang cukup tajam di sektor teknologi:
Nvidia Corp melonjak lebih dari +3% setelah adanya pengumuman bahwa SpaceX akan menggunakan prosesor buatan Nvidia untuk memperkuat infrastruktur kecerdasan buatan (AI) mereka, menegaskan berlanjutnya permintaan besar terhadap ekosistem infrastruktur AI.
Di luar lompatan Nvidia, indeks utama produsen cip justru melemah -1,4%, yang ikut menyeret turun kinerja indeks Nasdaq secara keseluruhan.
Saham SpaceX dilaporkan anjlok tajam hingga -14% akibat besarnya volume saham yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar, menambah tekanan pada sentimen saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan bursa Wall Street pada sesi perdagangan selanjutnya akan sangat bergantung pada arah lanjutan aksi profit taking di sektor teknologi serta perkembangan lebih lanjut dari negosiasi geopolitik terkait Selat Hormuz, sembari pasar tetap mencermati rentetan laporan kinerja emiten berkapitalisasi besar lainnya yang masih berlangsung.








