Indeks Hang Seng Jumat Ditutup Menguat; Saham Raksasa Teknologi Melonjak

36
Hong Kong - Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) Bursa saham Hong Kong ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Jumat, 7 Agustus 2026. Indeks Hang Seng mengakhiri sesinya dengan kenaikan sebesar 0,54 persen atau bertambah 137,75 poin ke level 25.668,03. Penguatan ini mencerminkan pemulihan pasar setelah pada sesi perdagangan sehari sebelumnya sempat melemah tajam akibat aksi ambil untung pasca-reli teknologi.

Sepanjang pergerakan sesi hari ini, indeks Hang Seng terpantau dibuka menguat pada posisi 25.526,65, kemudian terus mendaki hingga mencapai level tertinggi harian di 25.669,52, sebelum akhirnya ditutup mendekati level tersebut. Sempat pula tercatat level terendah harian di 25.393,13 pada awal sesi, sebelum indeks berbalik arah dan bergerak konsisten menguat hingga penutupan, jauh di atas level penutupan hari sebelumnya di posisi 25.530,28.

Penguatan indeks hari ini banyak ditopang oleh data ekspor China yang kuat, di mana pertumbuhan ekspor Juli tercatat tetap kokoh di kisaran 24 persen berkat tingginya permintaan global untuk produk elektronik dan teknologi tinggi. Sentimen positif dari data perdagangan ini berhasil mengangkat bursa regional, termasuk Hang Seng Index dan Shanghai Composite.

Selain itu, meredanya aksi jual saham teknologi turut menjadi motor utama pemulihan indeks hari ini. Setelah sempat anjlok tajam 1,49 persen pada hari Kamis akibat aksi ambil untung massal, tekanan jual pada emiten cip komputer dan kecerdasan buatan mulai mereda. Saham-saham raksasa teknologi seperti Alibaba Group yang menguat 2,07 persen dan Tencent Holdings yang naik 1,1 persen bergerak menjadi penopang utama pemulihan indeks pada perdagangan hari ini.

Meski demikian, penguatan Hang Seng sedikit tertahan oleh tekanan dari pasar global. Koreksi di Wall Street semalam, di mana indeks Dow Jones jatuh 0,85 persen, turut membayangi sentimen pasar. Lonjakan harga minyak mentah Brent yang melonjak mendekati 4 persen akibat ketidakpastian geopolitik di Selat Hormuz juga memicu kekhawatiran inflasi berkelanjutan, sehingga membatasi reli yang lebih tinggi di bursa Asia hari ini.

Dari sisi fundamental domestik, outlook ekonomi Hong Kong turut memberikan bantalan bagi pasar saham. Ekonomi Hong Kong menunjukkan momentum yang kuat dengan pertumbuhan PDB riil sebesar 3,5 persen pada tahun lalu, serta proyeksi yang tetap stabil di kisaran 2,5 persen hingga 3,5 persen untuk tahun 2026. Kondisi makro yang sehat ini turut memperkuat keyakinan investor terhadap prospek pasar saham domestik ke depan, sehingga indeks Hang Seng mampu mengakhiri perdagangan hari ini di teritori positif.