Dolar AS Kamis Naik Terdukung Penguatan Data Ekonomi

15
Dolar

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS bergerak naik hari Kamis, 20 Agustus 2026, berkat data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan.

Indeks dolar AS bergerak naik 0,04% pada 98,87.

Selain itu, lonjakan harga minyak mentah WTI sebesar +2% hari ini ke level tertinggi dalam 1 bulan turut mendorong ekspektasi inflasi dan dapat mendorong The Fed untuk memperketat kebijakan moneter, yang menjadi faktor pendukung bagi dolar.

Awalnya, dolar melanjutkan penurunan tajam dari hari Rabu akibat sentimen negatif yang terbawa, dimana Departemen Keuangan AS meningkatkan likuiditas dan mengumumkan rencana untuk menambah pembelian kembali (*buyback*) obligasi jangka panjang.

Selain itu, komentar bernada dovish dari Presiden The Fed San Francisco, Mary Daly, turut menekan dolar; ia menyatakan bahwa dirinya “tidak melihat adanya bukti” perlunya kenaikan suku bunga The Fed secara preventif.

Klaim awal tunjangan pengangguran mingguan AS secara tak terduga turun sebanyak 6.000 menjadi 206.000, menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih kuat dibandingkan perkiraan kenaikan menjadi 210.000.

Survei prospek bisnis Philadelphia Fed AS bulan Agustus secara tak terduga naik +6,0 poin ke level tertinggi dalam 5,25 tahun di angka 47,4, jauh lebih kuat dibandingkan perkiraan penurunan ke angka 24,8.

Indikator utama (*leading indicators*) AS bulan Juli naik +0,2% secara bulanan (m/m), lebih kuat dari perkiraan kenaikan +0,1% m/m.

Pasar memperhitungkan adanya probabilitas sebesar 35% untuk kenaikan suku bunga sebesar +25 basis poin (bp) pada pertemuan FOMC berikutnya tanggal 15-16 September.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, dolar AS dapat bergerak naik terdukung penguatan data ekonomi. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 98,96-99,10. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 98,62-98,42.