(Vibiznews – Index) Indeks Nikkei Jepang ditutup melonjak pada perdagangan hari ini, Kamis, 20 Agustus 2026, berhasil memutus tren pelemahan dua hari berturut-turut, dipicu oleh penurunan imbal hasil obligasi global serta maraknya aksi berburu saham murah.
Indeks Nikkei 225 ditutup menguat 890,37 poin, atau naik 1,36%, dan berakhir di level 66.216,79. Sebelum bangkit hari ini, bursa saham Jepang sempat mengalami guncangan hebat pada sesi perdagangan kemarin, Rabu 19 Agustus 2026, di mana Nikkei 225 ditutup ambles 3,16%, atau anjlok 2.134,31 poin, ke posisi 65.326,42. Kejatuhan parah tersebut dipicu oleh lonjakan yield obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun ke level tertinggi dalam 30 tahun, menyentuh 2,95%, yang memicu aksi jual panik di sektor teknologi, khususnya pada emiten pemasok cip dan kecerdasan buatan.
Pemulihan bursa Tokyo hari ini ditopang oleh sejumlah faktor utama. Pertama, sektor tambang dan otomotif yang memimpin penguatan. Meredanya kekhawatiran pasar membuat saham-saham siklikal kembali diburu, dengan saham emiten pertambangan logam Sumitomo Metal Mining memimpin penguatan lewat lonjakan 10,76%, sementara dari sektor otomotif, saham Nissan Motor juga melesat 6,77%.
Kedua, pemulihan saham teknologi dan cip. Saham raksasa teknologi SoftBank Group ditutup menguat 3,06%, memulihkan sebagian kerugian besar kemarin, sementara emiten manufaktur cip memori Kioxia Holdings berhasil ikut naik 6,00%.
Ketiga, meredanya tekanan yield obligasi. Langkah Departemen Keuangan AS memperbesar operasi buyback utang jangka panjang sukses mendinginkan pasar obligasi global. Imbal hasil obligasi 10 tahun Jepang pun ikut melandai ke kisaran 2,84% hari ini, memberikan ruang napas yang besar bagi pasar ekuitas.
Sejalan dengan penguatan Nikkei 225, indeks Topix yang mencakup pasar lebih luas juga berakhir menguat 1,18% ke level 4.059,73. Di sisi lain, nilai tukar dolar AS terhadap yen terpantau stabil di kisaran 158,55 JPY, turut memberikan kepastian bagi pelaku pasar setelah gejolak besar yang terjadi pada sesi sebelumnya.








