(Vibiznews – Index) Bursa saham Hong Kong ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Senin, 31 Agustus 2026. Indeks Hang Seng mengakhiri sesinya dengan koreksi sebesar 0,23 persen atau turun 59,21 poin ke level 25.525,58. Pergerakan indeks hari ini cenderung bervariasi dan sempat tertekan hingga menyentuh zona merah yang cukup dalam di sesi pagi, sebelum akhirnya sedikit memangkas pelemahan menjelang penutupan pasar.
Sepanjang pergerakan sesi hari ini, indeks Hang Seng terpantau dibuka melemah pada posisi 25.420,63. Indeks sempat merosot lebih dalam hingga menyentuh level terendah harian di 25.290,69, sebelum berbalik arah dan mendaki hingga mencapai level tertinggi harian di 25.566,02, dan pada akhirnya ditutup di bawah level penutupan hari sebelumnya yang berada di posisi 25.584,79.
Sektor pertambangan emas, saham ritel, dan eskalasi geopolitik di Timur Tengah menjadi penggerak utama yang menekan indeks Hang Seng hari ini. Sektor tambang emas menjadi penekan utama bursa akibat ambruknya harga emas global hingga 2 persen, dengan saham Zijin Mining anjlok 4,6 persen dan ZJ Gold International jatuh hingga 8,3 persen pada sesi perdagangan hari ini.
Dari sisi saham individual, saham ritel MINISO Group ambles 11,4 persen ke level HKD 18,83. Kejatuhan ini dipicu oleh rilis laporan keuangan kuartal kedua yang mengecewakan, di mana laba per saham hanya mencapai RMB 1,76, di bawah ekspektasi konsensus RMB 2,12, akibat penurunan tajam kontribusi profit dari bisnis internasional perusahaan.
Dari sisi sentimen makroekonomi dan geopolitik global, investor turut terpukul setelah militer AS meluncurkan serangan terhadap peluncur roket Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz. Dampaknya, harga minyak mentah melonjak dengan Brent mendekati USD 90 per barel, memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi global. Selain itu, pernyataan dari pejabat Federal Reserve Kevin Warsh turut memperkuat spekulasi bahwa bank sentral AS masih membuka peluang kenaikan suku bunga, yang mendorong kenaikan yield obligasi AS dan menekan pasar saham Asia secara keseluruhan.
Kombinasi antara ambruknya harga emas yang menekan saham tambang, kekecewaan kinerja MINISO, serta eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan sinyal hawkish The Fed ini secara bersamaan membuat indeks Hang Seng gagal mempertahankan momentum positif dan mengakhiri perdagangan hari ini di teritori negatif.








