(Vibiznews – Index) Bursa saham Korea Selatan ditutup melemah tipis pada perdagangan hari ini, Kamis, 10 September 2026, setelah sempat berfluktuasi sangat tajam sepanjang sesi perdagangan.
Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (Kospi) ditutup melemah 0,25 persen dan berakhir pada level 7.033,92. Indeks dibuka melemah di level 7.038,85 dari penutupan kemarin di 7.051,64, dan sempat terjatuh cukup dalam di sesi pagi hingga menyentuh titik terendah harian di 6.898,45 akibat aksi jual asing. Namun, KOSPI berhasil memangkas sebagian besar kerugiannya dan kembali mendekati level psikologis 7.000 menjelang bel penutupan.
Ayunan tajam indeks hari ini terjadi bertepatan dengan rilis Laporan Kebijakan Moneter dan Kredit September 2026 oleh Bank of Korea. Bank sentral memperingatkan bahwa volatilitas harian KOSPI tahun ini adalah yang tertinggi di antara pasar utama global, mencapai 4,1 persen atau hampir dua kali lipat dari Jepang dan Taiwan. Pengingat ini membuat pelaku pasar domestik cenderung bersikap defensif sepanjang sesi.
Awal perdagangan KOSPI langsung tertekan oleh sentimen negatif dari Amerika Serikat semalam. Ketiga indeks utama Wall Street kompak melemah setelah pengumuman pembelian kembali obligasi jangka panjang oleh Kementerian Keuangan AS senilai USD 6 miliar berada di bawah ekspektasi pasar sebesar USD 10 miliar. Akibatnya, yield US Treasury melonjak dan memicu aksi ambil untung pada aset berisiko di Asia. Ditambah lagi, eskalasi konflik maritim di Timur Tengah, di mana AS menghancurkan lima tanker Iran, membuat harga minyak mentah Brent bertahan kokoh di atas USD 100 per barel, membebani struktur biaya korporasi Korea Selatan dan memicu kekhawatiran inflasi baru.
Karena Samsung Electronics dan SK Hynix menguasai hingga 51,2 persen dari total kapitalisasi pasar KOSPI, setiap ayunan pada kedua saham ini langsung menentukan arah indeks. Investor asing sempat melakukan aksi jual massal pada saham-saham big caps seperti Samsung Electronics, SK Hynix, Hyundai Motor, dan LG Energy Solution di paruh pertama sesi, sebelum akhirnya terjadi aksi beli balik menjelang sore hari yang berhasil menyelamatkan bursa Seoul dari kejatuhan yang lebih dalam.
Sentimen pelemahan sedikit teredam oleh kabar dari Wall Street Journal bahwa pemerintah Korea Selatan tengah mematangkan kesepakatan megaproyek investasi energi di Amerika Serikat senilai lebih dari USD 100 miliar yang ditujukan untuk menyokong infrastruktur kecerdasan buatan global, memberikan sedikit optimisme jangka panjang di tengah volatilitas ekstrem yang mewarnai perdagangan hari ini.








