Bursa Wall Street Akhir Pekan Berakhir Melonjak Dipimpin Rally Saham Teknologi

46
New York Stock Exchange - Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) – Bursa Saham Wall Street pada penutupan pasar hari Jumat waktu AS (11 September 2026) berakhir melonjak tajam, berhasil menghentikan tren pelemahan yang berlangsung selama empat hari perdagangan beruntun. Penguatan bursa dipicu oleh kembalinya stabilitas harga energi global serta rilis data inflasi konsumen (CPI) utama yang bergerak sesuai perkiraan pasar.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik +1,00% atau 509,19 poin ke level 52.573,29. Indeks S&P 500 ditutup menguat +0,90% atau 65,28 poin ke level 7.656,98. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite ditutup naik +1,00% atau 251,31 poin ke level 26.333,04. Meskipun reli di hari Jumat menguat tajam, secara akumulasi mingguan Wall Street tetap menutup pekan ini di zona merah, dengan S&P 500 turun -0,8% dan Dow Jones terpangkas -1,6%.

Rilis data inflasi CPI yang sesuai ekspektasi menjadi katalis utama penggerak pasar pada sesi perdagangan kali ini. Biro Statistik Tenaga Kerja AS merilis laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan Agustus yang menahan inflasi tahunan tetap stabil di angka 3,4%. Meskipun inflasi inti (Core CPI) datang sedikit lebih hangat di angka 0,3% secara bulanan, investor menyambut lega karena data makro ini tidak menyimpang jauh dari prediksi para ekonom, sehingga meredam ketidakpastian pasar yang sempat bergejolak sepanjang pekan.

Meredanya lonjakan harga minyak global turut menopang penguatan pasar. Tekanan inflasi energi mereda setelah harga minyak mentah internasional mulai tergelincir turun dari level puncaknya. Harga minyak Brent turun hampir -3% menjadi USD 105,19 per barel, sementara minyak mentah WTI AS merosot kembali ke bawah level psikologis di angka USD 99,87 per barel, menyusul adanya laporan rencana pertemuan diplomatik terkait Selat Hormuz.

Sektor teknologi kembali memimpin reli pembalikan arah bursa pada sesi perdagangan kali ini, dengan saham-saham infrastruktur AI dan server meroket tajam. Saham produsen server kecerdasan buatan (AI) Dell melonjak drastis +12% ke rekor tertinggi sepanjang masa setelah mendapat ulasan bullish dari kalangan analis terkait belanja komputasi global. Sentimen positif ini turut mendongkrak saham Hewlett Packard Enterprise (HPE) sebesar +12% dan HP sebesar +8,4%, berkat imbas positif dari capaian kinerja triwulanan Oracle.

Dari sisi kebijakan moneter, tenangnya pergerakan pasar saham mencerminkan kepastian investor yang kian solid menanti agenda pertemuan FOMC pekan depan. Pelaku pasar dan lembaga keuangan seperti Goldman Sachs kini menaikkan taruhan kontrak berjangka hingga 87% probabilitas bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan tanggal 16 September mendatang demi menekan inflasi yang dinilai masih membandel.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan bursa Wall Street pada sesi perdagangan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh agenda pertemuan FOMC The Fed pada tanggal 16 September mendatang, keberlanjutan momentum positif sektor teknologi dan infrastruktur AI pasca kinerja Dell dan Oracle, serta perkembangan lebih lanjut terkait stabilitas harga minyak dunia dan diplomasi Selat Hormuz yang masih berpotensi memengaruhi sentimen pasar ke depan.