Rekomendasi Forex EUR/USD 17 September 2026 : Tertekan Penguatan Dolar AS; Harapkan Kenaikan Inflasi

19

(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro merosot ke level terendah dalam 1,5 bulan dan berakhir merosot pada hari Rabu, tertekan penguatan dolar AS setelah The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak Juli 2023.

Pasangan mata uang EUR/USD berakhir merosot ke level terendah dalam 1,5 bulan pada hari Rabu dan ditutup turun 0,67% pada 1.1464.

Euro tertekan penguatan dolar AS setelah FOMC menaikkan suku bunga sebesar 25 bp dan mengisyaratkan kenaikan lanjutan sebesar 25 bp pada akhir tahun ini.

Euro sempat mendapat dukungan pada hari Rabu setelah data produksi industri Zona Euro bulan Juli menunjukkan penurunan yang lebih kecil dari perkiraan.

Produksi industri Zona Euro bulan Juli turun 0,1% secara bulanan (m/m), angka penurunan yang lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebesar 0,2% m/m.

Selain itu, penurunan harga minyak mentah sebesar 3% pada hari Rabu turut mendukung perekonomian Zona Euro, yang sangat bergantung pada impor minyak.

Pasar memperhitungkan peluang sebesar 52% bagi kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 bp pada pertemuan kebijakan ECB berikutnya, yang akan berlangsung pada 29 Oktober.

Sore nanti akan dirilis data inflasi Agustus Zona Euro yang diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun tertekan penguatan dolar AS setelah The Fed menaikkan suku bunga. Namun jika sore nanti data inflasi Agustus Zona Euro terealisir naik, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1431-1.1398. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1527-1.1590.