Rekomendasi Forex USD/JPY 21 September 2026 : Turun Terpicu Pelemahan Harga Minyak

84
nikkei yen

(Vibiznews – Forex) Mata uang Yen ditutup turun pada akhir pekan hari Jumat, 18 September 2026, setelah BOJ menaikkan suku bunga.

Pasangan mata uang USD/JPY diitutup naik 0,58% pada 156,88.

Yen jatuh ke level terendah dalam dua minggu terhadap dolar pada hari Jumat, meskipun BOJ menaikkan suku bunga sebesar 25 bp, karena dua anggota BOJ menyatakan perbedaan pendapat dan menginginkan agar suku bunga tidak diubah, yang mengindikasikan penolakan terhadap kebijakan pengetatan BOJ.

Sesuai perkiraan, BOJ menaikkan suku bunga sebesar 25 bp menjadi 1,25% dari sebelumnya 1,00% melalui pemungutan suara dengan hasil 7 lawan 2.

Selain itu, laporan inflasi nasional Jepang bulan Agustus yang lebih lemah dari perkiraan memberikan sentimen dovish bagi kebijakan BOJ dan menekan nilai tukar yen.

IHK nasional Jepang bulan Agustus naik +1,9% y/y, tidak berubah dari bulan Juli dan lebih rendah dari ekspektasi sebesar +2,0% y/y. IHK nasional bulan Agustus di luar komponen makanan segar dan energi juga naik +1,9% y/y, tidak berubah dari bulan Juli dan lebih rendah dari ekspektasi sebesar +2,0% y/y.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS pada hari Jumat juga turut membebani yen.

Namun, penurunan Yen dibatasi setelah harga minyak mentah turun lebih dari -1%; penurunan harga minyak merupakan faktor positif bagi ekonomi Jepang dan mata uang yen, mengingat Jepang mengimpor lebih dari 90% kebutuhan energinya.

Pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 18% bagi Bank of Japan (BOJ) untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) pada pertemuan kebijakan berikutnya tanggal 30 Oktober.

Pasar fokus pada upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik AS-Iran, meskipun serangan baru oleh kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran terus menjaga ketegangan tetap tinggi.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Fox News bahwa ia kemungkinan terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela Sidang Umum PBB di New York minggu ini.

Setiap kemajuan menuju negosiasi dapat mengurangi premi risiko geopolitik pada harga minyak mentah.

Namun, serangan terbaru Houthi menyoroti risiko yang dihadapi infrastruktur energi dan jalur pelayaran di kawasan tersebut.

Kelompok Houthi melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke arah Riyadh pada hari Sabtu, yang mendorong Arab Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara untuk ibu kota tersebut. Serangan itu terjadi saat kelompok tersebut meningkatkan kampanyenya melawan Arab Saudi di tengah konflik AS-Iran yang lebih luas.

Ketegangan yang kembali memanas ini telah memicu kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut terhadap ekspor minyak Arab Saudi. Pipa Timur-Barat Arab Saudi, yang mengangkut minyak mentah dari ladang minyak di wilayah timur kerajaan menuju Laut Merah, masih terdampak oleh serangan, meskipun Riyadh telah berupaya mencari cara alternatif untuk menyalurkan minyak ke pasar internasional.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Yen dapat bergerak naik jika penurunan harga minyak berlanjut. Pasangan mata uang USD/JPY diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 155,82-154,77. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 157,99-159,11.