Bursa Wall Street Senin Berakhir Melonjak Dipimpin Kebangkitan Saham AI

97
Bursa Wall Street - Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) – Bursa Saham Wall Street pada penutupan pasar hari Senin waktu AS (21 September 2026) berakhir melesat tajam, mencatatkan reli besar dengan indeks Nasdaq Composite sukses mencetak rekor penutupan tertinggi baru sejak bulan Juni. Kembalinya gairah belanja aset berisiko (risk appetite) para investor dipimpin oleh kebangkitan masif saham-saham sektor kecerdasan buatan (AI).

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik +0,71% atau 366,19 poin ke level 52.048,83. Indeks S&P 500 ditutup melonjak +1,49% atau 114,20 poin ke level 7.764,70, hanya berjarak 0,4% dari rekor tertinggi sepanjang masanya. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite ditutup melambung +2,26% atau 599,55 poin ke level 27.122,09.

Kebangkitan optimisme AI dan sektor cip menjadi motor utama reli pasar pada sesi perdagangan kali ini. Sektor teknologi memimpin penguatan setelah optimisme terhadap adopsi kecerdasan buatan kembali berkobar. Saham Intel melonjak +12%, sementara Advanced Micro Devices (AMD) melesat sekitar +10%, sekaligus membawa valuasi kapitalisasi pasar AMD menembus angka historis USD 1 triliun untuk pertama kalinya. Saham Meta Platforms juga ikut meroket +11%.

Penurunan tajam harga minyak mentah dunia turut menjadi katalis penting bagi penguatan pasar. Harga minyak dunia anjlok lebih dari -3% ke level terendah dalam 11 hari terakhir. Minyak mentah WTI turun ke level USD 95,78 per barel, sedangkan patokan internasional Brent jatuh ke kisaran USD 100,34 per barel. Penurunan ini dipicu oleh spekulasi meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta potensi terobosan diplomasi dalam pertemuan PBB pekan ini. Melandainya harga energi ini seketika meredakan kecemasan pasar terhadap risiko re-inflasi.

Seiring jatuhnya harga minyak, tekanan di pasar surat utang AS ikut mengendur. Imbal hasil (yield) obligasi US Treasury tenor 10 tahun turun ke level 4,95%. Biaya pinjaman modal yang lebih rendah ini menjadi angin segar yang melonggarkan tekanan valuasi pada emiten-emiten hyperscaler teknologi.

Sentimen positif tambahan datang dari harapan diplomasi antara AS dan China. Laporan mengenai dimulainya pembicaraan konstruktif antara Washington dan Beijing di sela-sela Sidang Umum PBB turut menstabilkan prospek perdagangan global dan menambah optimisme investor.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan bursa Wall Street pada sesi perdagangan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh keberlanjutan momentum reli sektor AI dan semikonduktor, arah lanjutan harga minyak dunia dan yield obligasi AS, serta perkembangan diplomasi AS-China dan situasi geopolitik Timur Tengah yang masih berpotensi memengaruhi sentimen pasar dalam beberapa hari mendatang.