(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Senin sore ini (28/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir melemah, menambah loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa naik perlahan setelah melemah di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini melemah 0,45% atau 80 poin ke level Rp 17.970 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.890. Rupiah terpantau tertekan 3 hari ke area 2 bulan terendahnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.912 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.975, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp17.970.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa naik perlahan setelah melemah di sesi global sebelumnya, beranjak di bawah 8,5 minggu tertingginya oleh tensi geopolitik Timur Tengah yang memanas dan kecenderungan hawkish the Fed.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik ke 101,09, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 101,03.
Sementara itu, IHSG Senin di akhir sesi terpantau melemah 95,033 poin (1,51%) ke level 6.147,859, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed di tengah naiknya lagi harga minyak dunia oleh batalnya gencatan senjata perang AS-Iran, serta mencermati Wall Street yang di akhir pekan berakhir dalam gain.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp18.035 – Rp17.795.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting






