Nikkei dan Topix 29 September Berakhir Merah oleh Tingginya Yield Obligasi Global

34
nikkei
(Vibiznews – Index) – Pasar saham Jepang ditutup merah pada perdagangan hari Selasa (29/9/2026), yang memperpanjang penurunan dari sesi sebelumnya akibat tingginya imbal hasil (yield) obligasi global.
Indeks harian Nikkei 225 dan juga  indeks Topix sama-sama berakhir negatif  di tengah ekspektasi bahwa tekanan inflasi yang mendorong investasi harga energi dapat memicu kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank-bank sentral utama.

Sementara itu harga minyak dunia kembali bergerak naik setelah pejabat Iran mengemukakan prospek tercapainya kesepakatan damai sebelum pemilu sela (midterm Election) AS pada bulan November mendatang.

Kebuntuan diplomasi ini terjadi menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang menolak proposal terbaru dari Teheran.

Selain sentimen makroekonomi dan geopolitik, bursa saham Jepang juga ditekankan oleh faktor teknis domestik. Lebih dari sebagian indeks saham konstituen Topix mulai menawarkan tanpa hak atas dividen (ex-dividend), yang secara alami mendorong pergerakan harga saham-saham terkait.

Indeks harian Nikkei terperosok 0,6% hingga berakhir di level 65.481, demikian untuk indeks Topix  merosot tajam 1,72% ke level 4.041.

Namun untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Desember 2026 naik 0,40% pada posisi 65830.

Secara sektoral, penurunan signifikan melanda saham-saham kapitalisasi besar (kelas berat) di sektor teknologi, keuangan, hingga konsumen.

Saham raksasa investasi teknologi SoftBank Group tergerus 3,4%, sementara saham sektor perbankan melorot tajam dengan Mitsubishi UFJ turun 3,5% dan Sumitomo Mitsui turun 4,0%.

Di sektor otomotif dan hiburan, produsen mobil terbesar Toyota Motor terkoreksi 3,5%, dan perusahaan gim raksasa Nintendo melemah 1,3%.