Rekomendasi Forex Dolar AS 30 September 2026 : Harapkan Penguatan Data Ekonomi; Cermati Pergerakan Harga Minyak

25

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS naik ke level tertinggi dalam dua bulan dan ditutup naik pada hari Selasa, 29 September 2026, terdukung kenaikan imbal hasil Treasury AS.

Indeks dolar AS ditutup naik 0,18% pada 101,37.

Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun melonjak ke level tertinggi baru dalam 19 tahun, sehingga memperkuat selisih suku bunga yang menguntungkan dolar.

Namun kenaikan dolar AS tertahan oleh data tenaga kerja dan ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan, yakni data lowongan kerja JOLTS bulan Agustus dan indeks kepercayaan konsumen bulan September.

Data lowongan kerja JOLTS AS bulan Agustus turun sebanyak 256.000 menjadi 7,079 juta—level terendah dalam lima bulan—lebih rendah dari perkiraan sebesar 7,228 juta.

Indeks kepercayaan konsumen AS versi Conference Board untuk bulan September turun 6,7 poin menjadi 81,9—level terendah dalam 12 tahun—lebih rendah dari perkiraan sebesar 89,0.

Selain itu, penurunan harga minyak mentah WTI sebesar -3% pada hari Selasa meredakan ekspektasi inflasi dan memberikan sinyal dovish bagi kebijakan Federal Reserve (The Fed).

Komentar bernada dovish dari Presiden The Fed New York, John Williams, juga turut menekan dolar; ia menyatakan bahwa The Fed mungkin hanya memerlukan satu kali lagi kenaikan suku bunga untuk mengendalikan inflasi.

Pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 52% bagi kenaikan suku bunga The Fed sebesar +25 basis poin (bp) pada pertemuan FOMC berikutnya yang dijadwalkan pada 27-28 Oktober.

Malam nanti akan dirilis berbagai data penting yang dapat mempengaruhi pergerakan dolar AS yaitu :

Core PCE Price Index Agustus AS yang diindikasikan meningkat.

ADP Employment Change September AS yang diindikasikan meningkat.

GDP Growth Rate QoQ Final Q2 AS yang diindikasikan menurun.

Personal Income Agustus AS yang diindikasikan tidak berubah.

Personal Spending Agustus AS yang diindikasikan meningkat.

Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Barkin.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik dengan kebuntuan negosiasi AS-Iran yang dapat meningkatkan permintaan safe haven dolar AS. Juga jika data ekonomi AS terealisir lebih banyak meningkat, akan menguatkan dolar AS. Namun perlu dicermati pergerakan harga minyak, yang jika pasokan Timur Tengah meningkat, akan menekan harga minyak dan dapat menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 101,60-101,82. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 101,16-100,94.