(Vibiznews – Bonds) Imbal hasil Treasury AS naik pada hari Rabu, 7 Oktober 2026, naik dekat level tertinggi dalam 24 tahun.
Imbal hasil Treasury AS acuan tenor 10 tahun naik hampir 8 basis poin menjadi 5,345%, level tertinggi sejak tahun 2002.
Imbal hasil Treasury AS tenor 30 tahun naik hampir 8 basis poin menjadi 5,717%.
Imbal hasil Treasury AS tenor 2 tahun naik lebih dari 3 basis poin menjadi 4,823%.
Departemen Keuangan AS berencana menjual obligasi tenor 10 tahun senilai $39 miliar dalam lelang hari Rabu. Lelang ini akan menguji apakah tingkat imbal hasil saat ini cukup menarik untuk memikat pembeli, atau apakah investor akan menuntut premi yang lebih tinggi, di tengah kekhawatiran mengenai inflasi, tingkat utang, dan risiko jangka waktu (term risk). Hasil lelang akan diumumkan pada pukul 13.00 waktu setempat (ET).
Ini merupakan penjualan kedua dari tiga agenda penjualan obligasi oleh Departemen Keuangan AS pada minggu ini. Pemerintah menjual surat utang (notes) bertenor 3 tahun senilai $58 miliar pada hari Selasa dan dijadwalkan menjual obligasi bertenor 30 tahun senilai $22 miliar pada hari Kamis.
Departemen Keuangan AS juga akan melaksanakan operasi pembelian kembali (buyback) terbarunya pada hari Kamis, dengan target obligasi yang jatuh tempo antara 20 hingga 30 tahun. Operasi dukungan likuiditas ini akan bernilai setidaknya $4 miliar, atau dua kali lipat dari volume biasanya. Operasi buyback terakhir untuk rentang jatuh tempo tersebut bernilai sedikit di atas $4 miliar.
Harga obligasi belakangan ini mengalami penurunan akibat kekhawatiran investor terhadap inflasi dan kenaikan harga energi. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun telah melonjak 60 basis poin sejak akhir Juli, sementara harga minyak mentah AS telah melesat 20% dalam periode yang sama.
Tekanan jual juga meningkat di pasar luar negeri. Imbal hasil obligasi Prancis tenor 10 tahun melonjak 12 basis poin ke level 4,876%. Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris (Gilt) tenor 10 tahun naik 7 basis poin menjadi 5,447%.
Risalah rapat FOMC akan dirilis pada tengah malam nanti. Para pelaku pasar akan mencermati risalah tersebut untuk mendapatkan wawasan mengenai pengambilan keputusan kebijakan moneter The Fed. Dalam pertemuan bulan September, para pengambil kebijakan di The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak tahun 2023.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, imbal hasil Treasury AS bergerak naik menjelang lelang obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun.








