(Vibiznews – Index) – Bursa saham Hong Kong alami kerugian harian besar sejak 24 Agustus pada perdagangan hari Rabu (7/10/2026) oleh kuatnya sentimen perdagangan safe haven.
Indeks harian Hang Seng anjlok hingga ke posisi terendah dalam 3 bulan dengan saham sektor teknologi paling banyak melemahkannya.
Sentimen pasar juga dibebani koreksi rekor Wall Street serta kekhawatiran yang muncul kembali terkait inflasi dan suku bunga.
Sementara itu, melonjaknya harga minyak mentah acuan dunia atau jenis Brent turut menambah tekanan inflasi.
Dari laporan ekonomi, aktivitas sektor swasta Hong Kong masih berada dalam fase kontraksi, di mana angka PMI bulan September turun menjadi 49,2 dari 49,5 pada bulan Agustus.
Indeks Hang Seng ditutup turun 1,4% atau 345 poin pada level 23.786, demikian indeks saham Cina Enterprise (HSCE) turun 0,89% menjadi 8.010,58.
Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan September 2026 bergerak negatif dengan berakhir turun 1,37% menjadi 23780.
Secara sektoral, saham-saham teknologi menjadi penekan utama seperti Tencent (-2,2%), SMIC (-6,7%), Kingboard Laminates (-6,4%), Genscript Biotech (-5,1%), dan Lenovo (-8,1%).








