(Vibiznews – Forex) Pasangan mata uang EUR/USD ditutup naik pada hari Kamis, 8 Oktober 2026, setelah Kementerian Ekonomi Jerman menaikkan perkiraan PDB Jerman untuk tahun 2026.
Pasangan mata uang EUR/USD ditutup naik 0,13% pada 1.1211.
Kementerian Ekonomi Jerman menaikkan perkiraan PDB Jerman untuk tahun 2026 menjadi 1,3%, naik dari estimasi sebelumnya sebesar 0,5%.
Euro juga mendapat dukungan dari ringkasan rapat kebijakan ECB bulan lalu, yang menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan memperingatkan perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut untuk meredam inflasi.
Ringkasan rapat ECB tanggal 9-10 September menunjukkan para pejabat memperingatkan perlunya tindakan lebih lanjut terkait inflasi, sembari menilai bahwa kenaikan suku bunga tidak akan menghambat pertumbuhan ekonomi.
Euro bergerak turun pada awalnya pada hari Kamis akibat data perdagangan Jerman bulan Agustus yang lebih lemah dari perkiraan.
Data perdagangan Jerman tercatat lebih lemah dari perkiraan setelah ekspor Jerman bulan Agustus secara tak terduga turun -0,8% (mtm)—lebih rendah dari ekspektasi kenaikan +0,9% (mtm) dan merupakan penurunan terbesar dalam 9 bulan terakhir. Impor bulan Agustus naik +0,9% (mtm), lebih rendah dari ekspektasi kenaikan +2,8% (mtm).
Selain itu, lonjakan harga minyak mentah sebesar +3% pada hari Kamis berdampak negatif bagi ekonomi Zona Euro dan mata uang euro, mengingat Eropa mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya.
Harga minyak mentah melonjak pada hari Kamis, di tengah tanda-tanda kemungkinan eskalasi konflik AS-Iran setelah aanya laporan yang menyebutkan bahwa Gedung Putih meminta Pentagon menyusun opsi serangan terhadap Iran yang dapat dilaksanakan sebelum pemilihan paruh waktu (midterm elections).
Namun ketegangan mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu AS pada bulan November.
Pernyataan Trump dapat menurunkan harga minyak dan dolar AS.
Pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 12% bagi ECB untuk menaikkan suku bunga sebesar +25 basis poin pada rapat kebijakan berikutnya tanggal 29 Oktober.
Sore dan malam nanti akan ada pernyataan dari pejabat ECB Cipollone dan Schnabel.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak naik jika harga minyak dan dolar AS menurun terpicu pernyataan Presiden AS Donald Trump untuk tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu AS pada bulan November . Juga jika pernyataan pejabat ECB bernada hawkish bagi kebijakan suku bunga ECB, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1235-1.1258. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 1.1180-1.1148.








