Nikkei 13 Oktober Anjlok ke Terendah 2 Pekan, Tren Penurunan 4 Sesi Berturut

88
nikkei

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang berakhir mixed dengan indeks Nikkei memperpanjang tren penurunan selama empat sesi berturut-turut pada akhir perdagangan hari Selasa (13/10/2026).

Indeks harian Nikkei anjlok ke posisi terendah dalam 2 pekan yang dibebani oleh aksi jual saham sektor teknologi di Wall Street pada perdagangan semalam.

Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran yang meningkat terkait tren investasi AI, seiring investor meninjau kembali prospek belanja modal di tengah naiknya biaya pinjaman.

Sentimen pasar juga tertekan oleh persaingan yang semakin ketat dari perusahaan Tiongkok, ChangXin Memory Technologies (CXMT), yang melaporkan kemajuan dalam pengembangan arsitektur cip baru.

CEO Broadcom, Hock Tan, berkomentar bahwa lonjakan AI telah menarik investor dengan strategi yang menyerupai perjudian, sementara miliarder Ray Dalio menyebut AI sebagai gelembung klasik yang berisiko pecah seiring kenaikan suku bunga dan upaya investor untuk mengubah aset mereka menjadi uang tunai.

Indeks harian Nikkei turun 1,82% dan ditutup pada level 67.777, namun indeks Topix menguat 0,33% ke posisi 4.107.

Demikian untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Desember 2026 anjlok 2,17% pada posisi 67960.

Saham-saham sektor teknologi dan yang terkait dengan AI membebani Nikkei seperti  Kioxia Holdings anjlok 13,3%, SoftBank Group turun 8,5%, Tokyo Electron jatuh 7,2%, Taiyo Yuden turun 4,9%, dan Advantest melemah 2,9%.