(Vibiznews – Index) – Penurunan harga saham semikonduktor di bursa Amerika Serikat Wall Street masih terus berlanjut hingga membebani semua indeks utama pada perdagangan yang berakhir Rabu dinihari (14/10/2026).
Indeks Dow Jones turun 0,35% ke posisi 51.670,10, indeks S&P 500 turun 0,02% ke posisi 7.805,45 dan Nasdaq turun 0,15% ke posisi 27.204,38.
Sentimen negatif di sektor teknologi terutama dipicu oleh terobosan arsitektur memori baru dari produsen chip asal Tiongkok, ChangXin Memory Technologies (CXMT).
Inovasi ini dinilai berpotensi mengancam pangsa pasar serta dominasi produsen memori saingan dari AS dan Korea Selatan.
Di samping itu, kehati-hatian investor kian meningkat setelah CEO Broadcom, Hock Tan, mengeluarkan peringatan terkait besarnya belanja modal untuk laboratorium kecerdasan buatan (AI). Ia menyoroti bahwa pengeluaran AI yang berlebihan berisiko memberikan imbal hasil yang mengecewakan.
Pernyataan tersebut memicu penurunan harga saham Micron (-4,6%), SanDisk (-1,7%), Lam Research (-3,2%), dan Applied Materials (-7,2%).
Sementara itu, saham Johnson & Johnson yang membebani Dow Jones anjlok 5,6% akibat penjualan yang lemah, sedangkan UnitedHealth turun tipis 0,3% meskipun perusahaan telah menaikkan proyeksi labanya.
Namun untuk saham sektor keuangan mencatatkan kinerja yang beragam, Citigroup turun 5,3% meski pendapatannya kuat, dan Wells Fargo melemah 2,6% setelah merilis laporan keuangan.
Saham Goldman Sachs turun 0,1% meskipun pendapatan dari perdagangan ekuitas meningkat, sementara JPMorgan turun tipis 0,3% karena kinerja perdagangan pendapatan tetap (fixed-income) yang lemah serta biaya yang lebih tinggi mengimbangi kenaikan perkiraan pendapatan bunga bersihnya.








