Imbal Hasil Treasury AS 15 Oktober 2026 Merosot Seiring Meningkatnya Permintaan Obligasi

102
bonds

(Vibiznews – Bonds) Imbal hasil Treasury AS turun pada hari Kamis, 15 Oktobr 2026, seiring dengan langkah investor yang terus mencairkan investasi di saham sektor teknologi dan beralih ke obligasi yang dianggap lebih aman, meskipun data inflasi harga produsen AS meningkat.

Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun anjlok 14 basis poin menjadi 5,066%, sementara imbal hasil obligasi tenor 30 tahun turun menjadi 5,05%.

Sedangkan imbal hasil Treasury AS tenor 2 tahun turun hampir 8 basis poin menjadi 4,723%.

Imbal hasil Treasury AS tenor 30 tahun anjlok hampir 14 basis poin menjadi 5,389%.

Satu basis poin setara dengan 0,01%, dan pergerakan imbal hasil selalu berlawanan arah dengan harga obligasi.

Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja (Bureau of Labor Statistics) AS, harga di tingkat produsen melonjak dengan tingkat tahunan sebesar 6,3% pada bulan September—kenaikan terbesar sejak tahun 2022. Para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones sebelumnya memperkirakan kenaikan sebesar 5,5%.

Laporan harga produsen ini muncul tepat setelah dirilisnya data indeks harga konsumen (IHK) pada hari Rabu, yang juga menunjukkan angka lebih tinggi dari perkiraan. Indikator biaya barang dan jasa dalam ekonomi AS tersebut tercatat naik 0,6% secara bulanan dan 3,7% secara tahunan pada bulan September, melampaui konsensus perkiraan yang masing-masing memprediksi kenaikan sebesar 0,6% dan 3,6%.

Para investor beralih ke obligasi di tengah tren mencari aset yang lebih aman.

Kekhawatiran yang meningkat mengenai inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi—serta dampaknya terhadap lonjakan belanja di sektor kecerdasan buatan (AI)—mendorong para investor untuk melepas saham perusahaan-perusahaan teknologi yang sebelumnya mencatatkan kinerja tinggi.

Data yang ada tidak banyak mengubah ekspektasi terhadap suku bunga. Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pasar mengantisipasi setidaknya satu kali lagi kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin persentase sebelum akhir tahun. Peluang bahwa suku bunga akan naik melampaui kisaran saat ini, yakni 3,75% hingga 4,00%, telah meningkat tajam dalam satu bulan terakhir.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, imbal hasil Treasury AS akan bergerak turun seiring meningkatnya permintaan obligasi