Kospi Keluar dari Kerugian 7 Hari Berturut, Rebound dari Terendah 6 Bulan

80
koreakospi

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Korea Selatan berhasil keluar dari kerugian selama 7 hari berturut pada perdagangan hari Jumat (16/10/2026) oleh aksi bargain hunting investor.

Indeks harian Kospi rebound dari posisi terendah 6 bulan meski masih berada di bawah posisi  6000 poin, namun secara mingguan mencatat pelemahan terburuk sejak krisis moneter tahun 2008.

Kenaikan indeks akhir pekan ini didorong oleh aksi beli saat harga murah (bargain hunting) serta membaiknya selera risiko global.

Di sisi lain, kekhawatiran mengenai valuasi sektor kecerdasan buatan (AI), persaingan dari Tiongkok dalam industri cip memori, serta keberlanjutan belanja di bidang AI masih terus berlanjut, meskipun tekanan jual pada saham semikonduktor mulai mereda.

Selain itu, data inflasi produsen AS yang lebih tinggi dari perkiraan semakin memperkuat kekhawatiran akan pengetatan kebijakan moneter.

Harga minyak yang tinggi dipicu oleh eskalasi serangan di Timur Tengah dan risiko terhadap pasokan energi regional turut meningkatkan risiko inflasi.

Indeks harian Kospi naik 2,05% dan ditutup pada level 5.668, demikian untuk indeks Kospi 200 berjangka bulan Desember 2026 ditutup naik 2,29% ke posisi 881,05.

Secara mingguan, indeks Kospi melemah untuk 3 pekan berturut dan pekan ini anjlok 14,46%, terendah sejak tahun 2008 dengan penurunan 20% lebih.

Saham semikonduktor yang support Kospi seperti Saham Samsung Electronics naik 2,74%, sementara SK hynix menguat 0,79%.

Saham lain yang mencatat kenaikan signifikan antara lain SK Square (1,96%), Hyundai Motor (5,41%), Hanwha Aerospace (7,77%), Kia Corporation (3,97%), Samsung C&T Corp (6,36%), KB Financial Group (2,23%), dan Doosan Enerbility (1,74%).