(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD konsolidasi di level terkuatnya dalam satu bulan pada perdagangan forex Eropa hari Senin (19/10/2026) di tengah usaha rebound dolar AS dari kisaran terendah dalam 2 pekan.
Spekulasi mengenai kenaikan suku bunga oleh Bank of England meningkat dengan pasar memperkirakan empat kali kenaikan sebesar seperempat poin (25 basis poin) hingga bulan Juli, dengan kenaikan pertama berpotensi terjadi paling cepat pada bulan November.
Para investor juga mulai menyesuaikan posisi menjelang pengumuman anggaran Inggris minggu depan, di mana sejumlah manajer aset besar bertaruh bahwa disiplin fiskal akan memberikan dukungan bagi obligasi pemerintah Inggris (gilts).
Permintaan obligasi dapat semakin menguat jika Menteri Keuangan John Healey mampu meyakinkan pasar bahwa pengeluaran dan pinjaman pemerintah akan tetap terkendali.
Dari laporan ekonomi, harga penawaran properti di London naik 2,5% pada bulan Oktober, kenaikan bulanan yang terjadi selama dua bulan berturut-turut menurut data dari Rightmove.
Dolar AS tertekan sepanjang sesi Asia dan masuki sesi Eropa setelah anggota Federal Reserve Kevin Warsh tidak memberikan sinyal mengenai hasil pertemuan FOMC bulan ini.
Kondisi tersebut mendorong pasar untuk mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada minggu depan.
Secara teknikal, pair GBPUSD cenderung berkonsolidasi dengan bias bearish tipis setelah tertahan di bawah level resisten.
Kini pair berada di posisi 1.3226 yang memantul kembali menuju 1.3303, jika tembus akan bergerak ke support kuatnya di S1.
Namun jika gagal menembus 1.3303 akan mendaki kembali ke posisi 1.3340 sebelum menguji resisten kuatnya di 1.3376.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3481 | 1,3426 | 1,3376 | 1.3322 | 1.3273 | 1.3218 | 1.3170 |








