(Vibiznews-Forex) – Posisi aussie dolar dalam pair AUDUSD melaju ke kisaran tertinggi dalam 3 pekan pada perdagangan sesi Asia hari Rabu (21/10/2026) oleh ekspektasi kenaikan RBA rate.
Aussie melanjutkan penguatannya menyusul pernyataan bernada hawkish dari seorang pejabat tinggi bank sentral yang meningkatkan peluang kenaikan suku bunga lanjutan.
Deputi Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA), Andrew Hauser, menyatakan bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat telah menunjukkan hasil, namun ia memperingatkan bahwa prospek inflasi masih jauh lebih buruk, sebagian akibat tingginya harga minyak.
Hauser juga menekankan pentingnya menjaga ekspektasi inflasi menjelang pertemuan kebijakan RBA pada 3 November, di mana para pengambil kebijakan akan mempertimbangkan apakah perlu menaikkan suku bunga untuk kelima kalinya tahun ini.
Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada bulan November sebesar 44% naik dari 30% pada awal pekan, sementara probabilitas kenaikan pada bulan Desember telah meningkat menjadi 64%.
Perhatian kini tertuju pada data inflasi kuartal ketiga yang akan dirilis pekan depan. Inflasi inti diperkirakan naik 1,0% secara kuartalan, meningkat dari 0,9% sebelumnya. Inflasi inti tahunan juga diproyeksikan tetap berada di angka 3,5%, jauh di atas kisaran target RBA yang sebesar 2%–3%.
Secara teknikal pair AUDUSD bergerak bullish dan bersiap breakout setelah menembus resisten kuatnya.
Kini pair berada di 0.7012 yang mendaki ke posisi R1, jika berhasil akan menguji posisi resisten lemahnya di 0.7044.
Namun jika berbalik arah akan tertekan turun menuju posisi rendah di 0.6998. Jika tembus akan turun ke posisi 0,6990 sebelum meluncur ke S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7070 | 0,7044 | 0,7023 | 0,6995 | 0,6978 | 0,6958 | 0,6930 |








