(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD reli di kisaran tertinggi dalam satu bulan pada perdagangan forex Eropa hari Rabu (21/10/2026) setelah data inflasi Inggris terbaru lebih tinggi dari perkiraan.
Inflasi Inggris naik menjadi 3,5% pada bulan September, level tertinggi sejak Oktober 2025 yang melampaui prakiraan sebesar 3,4%, yang terutama didorong oleh harga bahan bakar kendaraan. Inflasi inti dan inflasi sektor jasa juga tercatat di atas ekspektasi. \
Sementara itu, pinjaman bersih sektor publik mencapai £24,5 miliar, lebih tinggi dari perkiraan, menjelang pengumuman anggaran pekan depan.
Data-data ini muncul di tengah tanda-tanda ekonomi yang tangguh, termasuk penurunan tingkat pengangguran yang tidak terduga, pertumbuhan PDB sebesar 0,1% pada bulan Agustus, serta defisit perdagangan yang menyempit.
Data ini memperkuat ekspektasi bahwa Bank of England akan menaikkan suku bunga bulan depan.
Pasar kini telah sepenuhnya mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan (Bank Rate) sebesar 25 basis poin pada bulan November.
Sejauh ini, Bank of England menjadi satu-satunya bank sentral utama yang belum memulai siklus pengetatan kebijakan.
Namun, pernyataan Gubernur Andrew Bailey baru-baru ini yang mengisyaratkan bahwa konflik berkepanjangan dapat meningkatkan tekanan bagi para pengambil kebijakan untuk bertindak menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga mungkin akan segera terjadi.
Secara teknikal, pair GBPUSD menunjukkan momentum bullish yang moderat tanpa memasuki wilayah jenuh beli.
Kini pair berada di posisi 1.3395 yang menguji posisi resisten kuat di 1.3425, jika tembus akan melaju ke 1.3450.
Namun jika tidak tembus 1.3410 dapat memantul kembali ke 1.3363, jika turun dibawah 1.3360 akan bergerak ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3534 | 1,3470 | 1,3425 | 1.3362 | 1.3316 | 1.3253 | 1.3207 |








