Forex USDJPY 22 Oktober 2026: Pejabat BOJ Peringatkan Risiko Inflasi Jepang

123
yen usdjpy

(Vibiznews – Forex) – Posisi uang Yen Jepang bergerak konsolidasi di kisaran tertinggi dalam sepekan pada perdagangan sesi Asia hari Kamis (22/10/2026) seiring pernyataan Deputi Gubernur Bank of Japan (BoJ), Himino, mengenai risiko inflasi.

Deputi Gubernur BoJ, Himino, menyatakan bahwa inflasi dasar hampir mencapai 2% dan risiko terhadap harga cenderung meningkat.

Himino memperingatkan tentang risiko terlambat dalam mengambil tindakan, delapan minggu sebelum kemungkinan langkah kebijakan berikutnya. Juga mengatakan bahwa risiko kenaikan inflasi masih tinggi dan penyesuaian kebijakan yang terlambat dapat membiarkan risiko tersebut benar-benar terjadi.

Ia menggambarkan kondisi keuangan Jepang saat ini masih akomodatif, dengan suku bunga riil yang rendah dan pertumbuhan kredit perbankan yang pesat.

Terkait kebijakan moneter, Bank of Japan (BOJ) diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pekan depan, sebelum kemudian menaikkannya pada bulan Desember.

Awal pekan ini, Gubernur Kazuo Ueda menyatakan bahwa inflasi inti telah mendekati target 2% yang ditetapkan bank sentral, yang memperkuat ekspektasi akan sikap kebijakan yang lebih  hawkish.

Namun, yen tetap berada di bawah tekanan akibat praktik carry trade  yang terus berlanjut, karena suku bunga Jepang yang relatif rendah terus mengurangi daya tarik mata uang tersebut.

Secara teknikal, pair USDJPY mempertahankan bias bullish jangka pendek sembari berkonsolidasi di bawah level resisten kuat.

Kini pair berada di 158,15 dan sedang naik ke kisaran 158,30, jika tembus pair akan lanjut menguji  R1.

Namun jika pair USDJPY tidak mampu menembus 158,30, pair akan berbalik arah dan turun ke posisi terendah di 158,07, jika tembus akan meluncur menuju posisi support kuatnya di S1.

R3 R2 R1 Pivot S1 S2 S3
158,95 158,66 158,40 158,12 157,84 157,53 157,30