(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis siang ini (22/10), nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terpantau melemah, kembali bertahan di atas level psikologis Rp18.000 setelah Bank Indonesia di luar ekspektasi pasar menahan suku bunga acuannya. Sementara itu, dollar AS di pasar Asia bergerak relatif stabil jelang serangkaian pertemuan bank sentral utama pekan depan.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah 0,13% atau 23 poin ke level Rp18.045 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.022. Rupiah terpantau terkoreksi di hari kedua, memperpanjang pelemahan sesi Rabu (21/10) yang ditutup turun 0,17%.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp18.035, kemudian bergerak terkoreksi ke Rp18.049, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp18.045. Rupiah sempat menyentuh Rp17.998 sebagai posisi terkuatnya hari ini.
Melemahnya rupiah dipicu keputusan Rapat Dewan Gubernur BI 20–21 Oktober 2026 yang mempertahankan BI Rate di level 5,75%, padahal sebagian pelaku pasar memperkirakan adanya kenaikan suku bunga untuk meredam tekanan terhadap rupiah. BI sendiri menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 5% serta terus melakukan stabilisasi melalui intervensi di pasar valas, DNDF, dan instrumen moneter pro-market.
Di sisi lain, dollar AS di pasar uang Asia bergerak relatif stabil setelah pelemahan sebelumnya terhenti, seiring sikap hati-hati investor menjelang pertemuan bank sentral Jepang, AS, dan Eropa pekan depan. Ketiga bank sentral tersebut diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan, namun dengan nada kebijakan yang cenderung hawkish. Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini berada di kisaran 101,70.
Sementara itu, IHSG Kamis di sesi pertama terpantau berbalik menguat sekitar 1,42% ke kisaran level 5.404, dibandingkan penutupan Rabu di 5.328,36. IHSG sempat anjlok ke 5.185,52 di awal perdagangan sebelum tenaga beli masuk, sejalan dengan rebound bursa saham kawasan Asia, di tengah tekanan arus keluar dana asing dan sentimen MSCI yang belum sepenuhnya mereda.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan rupiah masih tertekan keputusan BI menahan suku bunga dan kewaspadaan jelang keputusan bank sentral global. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.950 – Rp18.100.








