(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD terkoreksi dari kisaran tertinggi dalam satu bulan pada perdagangan forex Eropa hari Jumat (23/10/2026) meskipun rilis data PMI Inggris mengesankan.
Laporan data flash PMI menunjukkan bahwa aktivitas bisnis secara keseluruhan tetap kuat, didorong oleh pertumbuhan signifikan dalam output sektor manufaktur maupun sektor jasa.
Ekonomi Inggris telah mendapatkan momentum pada bulan Oktober, dengan data awal PMI menunjukkan tingkat pertumbuhan terkuat sejak bulan Februari.
Tanda ketahanan ekonomi yang menggembirakan ini dipertegas oleh langkah perusahaan- perusahaan yang kembali menambah jumlah pekerja untuk pertama kalinya sejak aktivitas perekrutan sempat terhambat oleh Anggaran Musim Gugur (Autumn Budget) 2024.
Dari sisi dolar AS, sedang berusaha rebound secara indeks dari level terendah tiga minggu oleh pergerakan imbal hasil obligasi AS yang sedikit mendaki dari posisi terendah dalam 1 bulan.
Secara teknikal, pair GBPUSD masih dalam bias bullish moderat dalam jangka pendek dengan beberapa tekanan.
Kini pair berada di posisi 1.3380 yang turun mendekati support kuatnya di S1, jika tembus S1 lanjutkan pelemahan ke 1.3755 sebelum menguji S2.
Namun jika tidak tembus 1.3360 dapat memantul kembali ke 1.3418, jika tembus akan menguji resisten lemahnya di S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3490 | 1,3454 | 1,3427 | 1.3390 | 1.3363 | 1.3327 | 1.3298 |








