Rekomendasi Forex Dolar AS 23 Oktober 2026 : Mencermati Pergerakan Yield Treasury AS dan Data Ekonomi

76

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS ditutup melemah pada hari Kamis, 22 Oktober 2026, turun ke level terendah dalam tiga pekan, tertekan anjloknya imbal hasil Treasury AS di tengah aksi jual saham teknologi.

Indeks dolar AS ditutup turun sekitar 0,17% di dekat level 101,60.

Pasar mencari aset safe haven akibat kekhawatiran terhadap investasi kecerdasan buatan (AI). Saham teknologi anjlok setelah laporan keuangan Meta dan Tesla. Indeks S&P 500 turun 1,21% ke 7.663, dan indeks semikonduktor Philadelphia anjlok 6,72% ke level terendah sejak 29 Juli.

Investor beralih ke obligasi seagai aset safe haven, sehingga imbal hasil Treasury AS anjlok. Imbal hasil tenor 10 tahun turun sekitar 18,5 basis poin ke 4,96%, kembali di bawah 5%, penurunan harian terbesar dalam lebih dari dua tahun. Imbal hasil tenor 2 tahun turun sekitar 17 basis poin ke 4,65%.

Dolar AS tidak mendapat dukungan sebagai aset aman, karena pasar menilai dolar AS ikut terdampak sentimen terhadap sektor AI.

Data ekonomi AS cukup solid, namun tidak mampu mengangkat dolar AS. Klaim pengangguran mingguan turun 6.000 ke 194.000, level terendah dalam tiga bulan dan lebih baik dari perkiraan 200.000. Klaim berkelanjutan naik ke 1,728 juta, sedikit di atas perkiraan 1,720 juta. Indeks manufaktur The Fed Kansas City Oktober turun ke 11 dari 14.

Harga minyak naik ke level tertinggi lima bulan, dengan minyak Brent mendekati $112 per barel, karena serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi dan risiko perang di kawasan Teluk.

Pasar menantikan pertemuan FOMC dan keputusan BoC pada 28 Oktober, serta pertemuan BOJ yang berakhir 30 Oktober. Saat ini The Fed berada dalam masa tenang, sehingga tidak ada pernyataan pejabat The Fed.

Malam nanti akan dirilis data Indeks Manajer Pembelian (PMI) Flash AS Oktober dan Sentimen Konsumen University of Michigan Oktober.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun terbebani imbal hasil Treasury AS yang rendah dan aksi jual posisi dolar AS terkait sentimen sektor AI. Namun jika data PMI Flash AS terealisir kuat, harga minyak terus naik, dan imbal hasil Treasury AS rebound, akan menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 101,41-101,20. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 101,85-102,08.