(Vibiznews – Forex) Pasangan mata uang EUR/USD berakhir turun pada hari Kamis, 22 Oktober 2026, tertekan kekhawatiran utang Prancis.
Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun 0,16% pada 1.1215.
Pelemahan mata uang Euro dipicu lonjakan imbal hasil obligasi Prancis tenor 10 tahun yang naik di atas 5%, level tertinggi sejak 2002. Selisih imbal hasilnya terhadap obligasi Jerman melebar ke sekitar 173 basis poin, terlebar sejak November 2011. Kerusuhan sosial dan kebuntuan pembahasan anggaran di Paris menambah kekhawatiran investor.
Kenaikan harga minyak juga menjaga risiko inflasi energi di zona Euro.
Pasar hampir tidak memperhitungkan kenaikan suku bunga ECB pada pertemuan ECB yang dijadwalkan pada 29 Oktober, sedangkan The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan yang dimulai 28 Oktober.
Hari ini akan dirilis data awal PMI manufaktur dan jasa bulan Oktober untuk zona Euro dan AS. Moody’s juga dijadwalkan meninjau peringkat kredit Prancis Aa3 yang saat ini memiliki prospek negatif, sehingga langkah berikutnya lebih mungkin berupa penurunan peringkat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun jika Moody’s menurunkan peringkat Prancis atau data PMI zona Euro lebih lemah dari perkiraan, terutama setelah indeks sentimen ZEW yang turun. Namun jika Moody’s hanya mempertahankan peringkat atau data PMI lebih baik dari perkiraan, akan mendukung Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1184-1.1153. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1251-1.1287.








