(Vibiznews – Index) – Pergerakan harga saham di bursa Jepang semakin merosot pada perdagangan hari Rabu (4/11/2026) setelah tertekan sesi sebelumnya dan berusaha pulih.
Indeks harian Nikkei ditutup turun ke posisi terendah dalam 5 bulan seiring dengan munculnya kembali tekanan jual pada saham-saham sektor teknologi, di tengah kekhawatiran yang terus berlanjut mengenai keberlanjutan tren investasi kecerdasan buatan (AI).
Sementara itu indeks Nikkei juga mengikuti penurunan pada kontrak berjangka (futures) indeks saham AS, setelah jajak pendapat awal pemilu mengindikasikan kemungkinan Partai Demokrat akan menguasai kedua majelis Kongres AS.
Para investor khawatir bahwa kemenangan Partai Demokrat dapat berujung pada regulasi yang lebih ketat terhadap kecerdasan buatan serta pengawasan korporasi yang lebih intensif.
Mengingat perusahaan-perusahaan Jepang memiliki eksposur yang besar terhadap ekspansi AI global, sektor ini menjadi sangat rentan terhadap perubahan sentimen pasar.
Indeks harian Nikkei anjlok hingga 4,84% ke level terendah dalam lima bulan di angka 60.030, demikian untuk indeks Topix turun 0,89% ke posisi 3895,38.
Demikian untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Desember 2026 turun 1,28% pada posisi 62450.
Saham-saham di sektor teknologi dan yang terkait dengan AI mencatat penurunan terdalam, dengan koreksi tajam dialami oleh Kioxia Holdings (-5,4%), Advantest (-3,4%), Tokyo Electron (-3,4%), Taiyo Yuden (-8,3%), dan SoftBank Group (-3,2%).








