(Vibiznews – Forex) Pasangan mata uang EUR/USD berakhir turun tipis pada hari Kamis, 5 November 2026, tertekan rebound dolar AS setelah pelemahan akibat hasil pemilu sela.
Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun 0,09% pada 1.1219, setelah sebelumnya sempat naik ke sekitar 1.1258 pada awal sesi.
Pelemahan mata uang Euro dipicu rebound dolar AS. Indeks dolar AS naik sekitar 0,1% ke 101,51 setelah sempat menyentuh 101,20 pada sesi Asia, level terendah sejak akhir September. Dolar AS menguat di tengah penurunan bursa saham dan rebound harga minyak, serta data klaim tunjangan pengangguran AS sebesar 189.000 yang tetap rendah. Euro menjadi salah satu mata uang utama yang paling lemah pada hari itu.
Euro juga tidak banyak terbantu keputusan BoE. BoE menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke 4,00% sesuai perkiraan, dengan delapan anggota mendukung kenaikan dan Catherine Mann menginginkan 50 basis poin. Poundsterling pun ikut tertekan dolar AS dan ditutup turun 0,16% ke 1.3452.
Peluang kenaikan suku bunga ECB pada bulan Desember masih diperhitungkan sekitar 88% setelah inflasi zona Euro bulan Oktober naik ke 4,0%, tertinggi sejak 2023.
Hari ini akan dirilis data tenaga kerja AS (NFP) pukul 20:30 WIB, yang akan menentukan apakah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Desember bertahan.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun jika data NFP lebih kuat dari perkiraan dan mengangkat dolar AS. Namun jika data tenaga kerja AS melemah sehingga menekan imbal hasil obligasi AS dan dolar AS, akan mendukung Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1193-1.1166. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1257-1.1294.








