Forex Awal Pekan 1/1/16: Dollar Kembali Terpukul Karena Sikap The Fed

583

Mengakhiri perdagangan forex awal pekan, Selasa dini hari tadi (1/02), mata uang Amerika Serikat alami pelemahan terhadap banyak major currencies. Pelemahan disebabkan  pasar mencermati kembali sikap the Fed yang tidak akan agresif menaikkan suku bunganya seperti hasil pertemuan mereka bulan Desember lalu.

Selain itu pasar juga melihat apa yang diputuskan  BOJ akhir pekan lalu untuk kebijakan moneternya yang semakin dilonggarkan hingga menggunakan suku bunga yang negatif akan menghadang usaha bank sentral Amerika untuk menaikkan terus suku bunganya.

Setelah melihat kondisi Tiongkok yang mengkhawatirkan dan Jumat lalu melihat kondisi ekonomi Jepang yang masih harus dibereskan, pasar melihat permasalahan ekonomi global masih berlanjut sehingga sulit bagi the Fed untuk melanjutkan aksinya tersebut.

Akibatnya dollarpun kurang diminati lagi, dari awal perdagangan kemarin (1/02) kurs Amerika tersebut sudah bergerak negatif yang dipicu juga oleh anjloknya kembali harga minyak mentah dan buruknya data manufaktur Tiongkok.

Indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap major currencies berakhir menurun untuk melanjutkan perdagangan sebelumnya yang telah melemah 2 hari berturut.  Mengambil momentum pelemahan dollar menjadi pijakan kuat bagi euro , poundsterling, yen dan aussie.

Aussie dollar sempat terpukul cukup lama oleh anjloknya harga komoditas negeri tersebut semakin dalam pada bulan Januari seperti yang dilaporkan RBA kemarin. Namun seperti yang diperkirakan analis sebelumnya, posisi dollar yang jelek akan pulihkan kembali mata uang negara kanguru tersebut.

 

 

Lens Hu/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido  Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here