Pada penutupan perdagangan Selasa (02/02), indeks Hang Seng di Bursa Hongkong ditutup turun –148,66 poin, atau -0,76 persen, di 19,446.84. Pelemahan indeks Hang Seng tergerus merosotnya harga minyak mentah.
Lihat : Turunnya Awal Indeks Hang Seng Terpengaruh Pelemahan Wall Street dan Minyak Mentah
Harga minyak turun untuk sesi kedua di perdagangan Asia pada Selasa karena kekhawatiran tentang konsumen energi Tiongkok dan meningkatnya pasokan minyak membebani pasar, meskipun mungkin pembicaraan antara OPEC dan Rusia pada pengurangan produksi menawarkan beberapa dukungan.
Harga minyak mentah berjangka WTI kontrak bulan depan turun 67 sen menjadi $ 30,95 setelah jatuh $ 2,00, atau 5,9 persen, sesi sebelumnya. Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman April turun 56 sen telah ke $ 33,68 per barel pada 0358 GMT, setelah menetap $ 1,75, atau 4,9 persen, pada sesi sebelumnya.
Pada penutupan perdagangan sore ini, saham-saham yang menekan indeks Hang Seng adalah saham China Construction Bank Corp yang turun -2,76%, saham Industrial & Commercial Bank of China Ltd turun -2,25%, saham Henderson Land Development Co Ltd turun -2,14%, saham BOC Hong Kong Holdings Ltd turun -1,40%, saham China Shenhua Energy Co Ltd turun -1,23%.
Sementara itu pergerakan indeks berjangka Hang Seng terpantau turun -63 poin atau -0,32% pada 19,379.00, turun dari penutupan perdagangan sebelumnya pada 19,442.00.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan indeks Hang Seng selanjutnya masih berpotensi melemah terbatas dengan pelemahan harga minyak mentah. Namun perlu diperhatikan pergerakan bursa Wall Street yang jika terealisir naik akan membantu menguatkan bursa Hong Kong. Indeks Hang Seng diperkirakan akan bergerak di kisaran Support 18.970-18.403 dan kisaran Resistance 19.962-20.458.
Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang


