(Vibiznews – Index) – Rekor tertinggi di bursa saham Jepang terkoreksi pada perdagangan hari Jumat (8/5/2026) karena karena pertempuran yang kembali terjadi antara AS dan Iran di Selat Hormuz hingga membebani sentimen.
Indeks harian Nikkei retreat dari rekor tertinggi sebelumnya, namun secara mingguan cetak gain terbesar dalam 4 pekan. Pekan ini indeks Nikkei dan Topix masing-masing naik 5,38% dan 2,7% didukung oleh rally pada saham teknologi dan saham terkait AI.
Dari laporan korporasi, Sony mengumumkan rencana untuk membeli kembali sahamnya hingga senilai ¥500 miliar dan memproyeksikan peningkatan laba operasional sebesar 11% untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2027, didorong oleh pertumbuhan yang solid di bisnis musik dan sensor gambar ponsel pintarnya.
Sementara itu, Nintendo akan menaikkan harga ritel Switch 2 setelah memperkirakan penjualan yang lebih lemah untuk konsol andalannya di tengah kekurangan chip memori yang sedang berlangsung.
Toyota juga melaporkan penurunan laba operasional sebesar 49% pada kuartal keempat karena tarif AS membebani pendapatan.
Indeks harian Nikkei turun 0,19% menjadi 62.713, demikian untuk indeks Topix turun 0,29% menjadi 3.829.
Namun untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Juni 2026 turun 0,46% pada posisi 62840.



