Harga Batubara Rotterdam Turun Mengabaikan Kenaikan Minyak Mentah

808

Pada akhir perdagangan Kamis dini hari (03/03), harga batubara Rotterdam berakhir turun. Harga batubara perdagangan dinihari tadi gagal memanfaatkan kenaikan harga minyak mentah.

Pelemahan harga batubara masih dipicu oleh kekuatiran penurunan permintaan Tiongkok. Data baru yang dirilis Senin oleh Biro Statistik Nasional, mengatakan konsumsi batubara telah jatuh 3,7 persen pada 2015 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini adalah tahun kedua berturut-turut penurunan, menurut biro, yang mengatakan penggunaan batu bara telah turun 2,9 persen pada tahun 2014.

Lihat : Harga Batubara Rotterdam Menguat Terbantu Kenaikan Minyak Mentah

National Energy Administration (NEA) Tiongkok juga memnginformasikan di situsnya pada 22 Februari yang mengumumkan langkah untuk menutup 1.000 tambang batu bara sebagai bagian dari rencana untuk mengurangi sebanyak 500 juta ton produksi batubara kelebihan dalam dekade.

Tiongkok berjanji untuk menghentikan persetujuan proyek-proyek pertambangan batubara baru untuk tiga tahun ke depan. Pada tahun lalu, tambang yang dihasilkan 3,7 juta ton batu bara dan surplus dua miliar ton per tahun.

Tiongkok juga berencana menutup 5.600 dari 10.760 tambang batubara sebagai kebijakan untuk mengurangi produksi kurang dari 90.000 ton per tahun, China National Coal Association melaporkan pada bulan Februari.

Di akhir perdagangan Selasa dini hari harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan Juni 2016 berada di posisi 42,60 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami penurunan sebesar -0,35 dollar atau setara dengan -0,81 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.  

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya masih berpotensi melemah dengan lesunya permintaan dan potensi pelemahan harga minyak mentah akibat kekenyangan pasokan global.

Harga batubara berjangka berpotensi mengetes level support pada posisi 42,00 dollar dan support kedua di level 41,50 dollar. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi 43,00 dollar dan 43,50 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here