Harga kakao berjangka ICE Futures pada akhir perdagangan Kamis dinihari (03/03) rebound. Kenaikan harga kakao terpicu serangan angin Harmattan yang mengganggu produksi.
Dealer mengatakan serangan angin Harmattan parah diperkirakan dapat mengurangi produksi April-September pertengahan tanaman di Pantai Gading menjadi sekitar 450,0000 ton, turun dari tahun lalu 514.000 ton.
Lihat : Harga Kakao ICE Turun Tertekan Penguatan Dollar AS
Di akhir perdagangan Kamis dini hari harga kakao berjangka kontrak Mei 2016 yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup dengan membukukan peningkatan. Harga komoditas tersebut ditutup naik sebesar 15 dollar atau 0,51 persen pada posisi 2.948 dollar per ton.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya akan bergerak dalam kecenderungan menguat dengan perkiraan masih adanya kekuatiran hambatan produksi di negara-negara produsen kakao.
Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk mengetes level resistance pada posisi 3.000 dollar. Jika level resistance tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 3.050 dollar. Sedangkan level support yang akan dites jika terjadi koreksi ada pada 2.900 dollar dan 2.850 dollar.
Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang



