PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) yang akan menjadi perseroan terbatas dan tidak lagi menjadi BUMN seperti sekarang melaporkan kinerja keuangannya yang kurang menggembirakan sehingga investor asing melakukan profit taking sahamnya dan berdampak merah.
Periode kuartal pertama tahun ini, PGAS hanya mendapatkan keuntungan alias laba bersih sebanyak US$101,944 juta, yang lebih rendah dari periode serupa tahun 2014 sekitar US$108,791 juta. Padahal pendapatan perseroan dalam periode tersebut meningkat dari periode sama tahun lalu, kuartal pertama lalu mendapatkan US$720,39 juta atau meningkat 3 persen lebih dari periode Q1-2014.
Turunnya kinerja keuangan perseroan dipicu oleh meningkatnya rugi selisih kurs dan rugi perubahan nilai wajar derivatif. Kerugian selisih kurs naik dari US$2,353 juta menjadi US$14,559 juta pada Q1-2015. Sedangkan yang derivatif naik sekitar 150 persen lebih menjadi US$7,183 juta pada akhir kuartal lalu.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (16/06) saham PGAS dibuka pada level 2390 setelah perdagangan sebelumnya ditutup pada posisi yang sama. Saham bergerak flat dengan volume perdagangan saham sudah mencapai 79 ribu lot saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, saham PGAS perdagangan sebelumnya bergerak rebound dengan indikator MA bergerak datar dengan Stochastic keluar dari area jenuh jualnya ke area tengah.
Sementara itu indikator Average Directional menunjukkan garis +DI bergerak datar dengan garis ADX bergerak datar menggambarkan bahwa tren saham PGAS rawan koreksi. Dengan kondisi teknikalnya, rekomendasi trading hari ini berada pada kisaran 2380-2410.
Lens Hu/VMN/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang



