Emiten pembuat mie instant dan makanan olahan terkemuka di Indonesia perusahaan mie instant dan makanan olahan terkemuka di Indonesia (INDF) memiliki bisnis di Tiongkok yang dijalankan oleh anak usahanya bernama China Minzhong Food Corporation Limited (CMFCL). Anak usahanya yang diakuisisi dari China Minzhong Holdings Ltd tahun 2013 dilaporkan memiliki kinerja bisnis yang kurang menggembirakan.
Dari laporan perseroan, anak usahanya tersebut memiliki penjualan yang kurang menguntungkan dengan penurunanan pendapatan hingga 7 persen lebih dan hanya menerima pendapatan RMB1,82 triliun atau sekitar Rp3,46 triliun. Selain itu anak usahanya ini tertekan oleh kenaikan upah buruh dan penurunan tenaga kerja di pedesaan.
Untuk pergerakan sahamnya di lantai perdagangan bursa saham hari Jumat (12/08), saham INDF terpantau alami bargain hunting setelah 3 hari berturut alami tekanan jual cukup besar. Saham naik ke posisi 8125 setelah perdagangan sebelumnya berada di posisi 8050, dengan volume perdagangan saham mencapai 71 ribu lot.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham INDF perdagangan sebelumnya bearish dengan indikator MA bergerak naik dan indikator Stochastic turun ke area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar dengan +DI yang bergerak turun menunjukan pergerakan INDF rawan koreksi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading selanjutnya pada kisaran 8000-8125.
Lens Hu/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang



