Kurs euro mengawali perdagangan forex sesi Eropa akhir pekan (9/9) masih mampu bergerak rally mengalahkan dollar AS yang dimulai sejak perdaganga sebelumnya bersamaan dengan ECB mengumumkan tidak mengubah kebijakan moneternya. Selain terhadap dollar AS, euro juga menguat terhadap rival-rival lainnya meskipun sentimen negatif datang dari data Jerman siang ini.
ECB menetapkan kebijakannya semalam untuk tidak mengubah suku bunga yang sudah berada di posisi terendah dan juga tidak menambah program pembelian obligasi yang akan berakhir pada Maret 2017. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun, Presiden ECB Mario Draghi tidak mengumumkan langkah-langkah stimulus baru atau mengisyaratkan mereka sudah melakukan cukup banyak periode sebelumnya.
Untuk sentimen negatif terhadap euro siang ini datang dari data ekonomi Jerman dan Perancis, dimana Jerman laporkan neraca perdagangannya bulan Juli alami penurunan surplus cukup besar. Selain itu produksi industri Perancis yang alami penambahan kontraksi.
Pergerakan kurs euro awal sesi Eropa (14:20:35 GMT) sedang menguat terhadap dollar AS, setelah dibuka lebih tinggi dari perdagangan sebelumnya pada 1.1259 di awal perdagangan sesi Asia (00.00 GMT), kurs Euro alami penguatan 15 pips dan nilai bergulir berada pada 1.1274.
Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika yang berakhir besok pagi, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair EURUSD lanjut naik ke kisaran 1.1302– 1.1329. Namun jika tidak sampai kisaran tersebut dapat turun lagi ke bawah kisaran 1.1250.
Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang



