Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan akhir pekan Jumat (30/9) berakhir merosot 1,2 persen pada 5364.80 yang mendapat tekanan jual sangat besar dari investor lokal mengikuti trend pelemahan bursa global. Indeks LQ 45 juga terjun bebas hingga turun 1,2 persen pada 922. Aksi bargain hunting investor asing yang mencapai net buy Rp376 miliar tidak mampu menolong indeks.
IHSG sore ini terjungkal oleh anjloknya semua sektor dengan pelemahan tertinggi pada sektor aneka industridan sektor tambang yang anjlok 4,11% dan 2,37% masing-masing. Hingga akhir sesi 2 tercatat hanya 97 saham menguat dengan 167 saham melemah. Sampai sore ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak 10,1 miliar saham dengan nilai saham mencapai 9,04 triliun, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 263.936 kali.
Lihat : IHSG 30 September Sesi 1 Tertekan, Dana Asing 179 Miliar Tetap Masuk
Saham unggulan yang menjadi pemicu paling besar jatuhnya indeks ke zona merah sangat dalam dari kedua sektor seperti saham ASII, ADRO, PTBA, ITMG dan ANTM. Sektor penyumbang paling banyak saham unggulan yang amnjlok yaitu sektor finance dan consumer. Saham-saham itu seperti saham BMRI, BBNI, BBRI, BBCA, BBTN, INDF, ICBP, UNVR, KLBF, dan GGRM.
Untuk perdagangan awal pekan, analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG berpotensi rebound oleh aksi bargain hunting.
Lens Hu/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang



