Pada awal perdagangan bursa saham Korea Selatan Senin (10/10) indeks Kospi sempat dibuka lemah, namun saat ini terpantau naik 3,31 poin atau 0,16 persen pada 2057.11. Penguatan indeks Kospi terpicu pelemahan data pekerjaan AS yang memberikan sinyal kenaikan suku bunga memudar dalam waktu dekat.
Ekonomi AS menambahkan 156.000 pekerjaan bulan lalu dan tingkat pengangguran berdetak sampai 5,0 persen, Departemen Tenaga Kerja mengatakan Jumat. Ekonom yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan 176.000 pekerjaan baru dan tingkat pengangguran bertahan di 4,9 persen. Hasil ini juga penurunan dari revisi naik 167.000 pekerjaan pada bulan Agustus (dibandingkan dengan jumlah asli 151.000).
Lihat : Data NFP AS Melemah, Kenaikan Suku Bunga AS Desember Memungkinkan
Mata uang lokal diperdagangkan pada 1,113.55 won terhadap dolar AS pada 9:15, naik 1,95 won dari penutupan Jumat.
Saham Samsung Electronic turun 3,28 persen, setelah perusahaan mengatakan sedang menyelidiki laporan baru dari masalah kerusakan panas pada perangkat pengganti Galaxy Note 7 nya. Penyedia jaringan AT & T AS mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka akan menghentikan penjualan dan bertukar perangkat.
Saham Naver menambahkan 2,25 persen, sedangkan saham Hyundai Motor anjlok 2,93 persen. Saham AmorePacific melonjak 2,09 persen, dan saham POSCO juga menambahkan 1,99 persen.
Sedangkan untuk indeks kospi berjangka terpantau naik 0,25 poin atau 0,10% pada 260.80, naik dari posisi penutupan sebelumnya pada 260.55.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya indeks Kospi berpotensi lemah dengan kehati-hatian investor menjelang pengumuman data pekerjaan AS malam nanti. Indeks Kospi diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 257.88-254.78 dan kisaran Resistance 263.56-266.24.
Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center Editor: Asido Situmorang



