(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari Senin terpantau ditutup stagnan sedikit pada zona merah, dengan melemah 0,07% atau 4,33 poin di sekitar level 6.026,63 setelah dibuka menguat di 6.043,345. Penguatan bursa kawasan nampaknya tidak terlalu memberikan sentimen ke lantai bursa oleh banyaknya aksi jual dari terutama investor asing (11/12).
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari ini agak melemah. Rupiah terhadap dollar AS sore hari WIB ini terlihat berada di posisi Rp 13.550, dibandingkan posisi penutupan perdagangan Jumat kemarin di Rp 13.545.
Mengawali sesi perdagangannya, IHSG bertambah 18,866 poin (0,31%) ke level 6.049,824. Indeks LQ45 tumbuh 4,141 poin (0,41%) ke level 1.021,958. Pada istirahat siangnya, IHSG menguat meski sempat menyentuh zona negatif. IHSG naik 9,512 pin (0,16%) ke 6.040,470. Indeks LQ45 menguat 3,253 poin (0,32%) ke 1.021,070.
Namun saat memasukti sesi kedua, IHSG bergerak turun hingga akhir perdagangan. IHSG turun tipis 4,325 poin (0,07%) ke 6.026,633. Posisi tertinggi yang sempat dihinggapi IHSG tercatat di 6.052,515 dan terendah di 6.024,037.
Perdagangan saham terpantau landai dengan frekuensi perdagangan saham 273.219 kali transaksi sebanyak 9,5 miliar lembar saham senilai Rp 5,9 triliun. Lima sektor saham melemah, menyeret IHSG bergerak turun. Sebanyak 122 saham menguat, 223 saham melemah dan 99 saham stagnan.
Di tempat lain, bursa-bursa regional kompak bergerak positif. Situasinya di antaranya adalah: indeks Nikkei 225 naik 127,650 poin (0,56%), indeks Hang Seng menguat 325,439 poin (1,14%), dan indeks Straits Times tumbuh 35,810 poin (1,05%) ke level 3.460,450.
Saham-saham yang masuk top gainers di antaranya adalah, ABM Investama (ABMM), Semen Indonesia (SMGR), Bank Danamon (BDMN), dan Astra Internastional (ASII). Sementara saham-saham yang masuk top losers adalah Gudang Garam (GGRM), Roda Vivatex (RDTX), United Tractors (UNTR), dan Bank Mayapada (MAYA).
Analis Vibiznews melihat pergerakan bursa kali ini diwarnai dengan konsolidasi pasar. Pembukaan yang menguat segera diseret ke bawah ke sekitar garis datarnya, malah ditutup negatif meski tipis saja, 4 poin. Walaupun demikian, IHSG terindikasi dalam uptrend yang terbatas, memungkinkan untuk sesi pasar berikutnya mengalami penguatan lagi dengan masih banyak profit taker yang menunggu. Resistance saat ini berada di level 6.073 dan 6.098. Sedangkan bila terhadang tekanan jual di level ini, support ke level 5903, dan bila tembus ke level 5860.
Analis: J. John
Editor: J. John



