(Vibiznews – Commodity) – Harga gula di pasar komoditas New York ICE rebound di akhir sesi perdagangan hari Rabu (07/11) yang ditutup pada Kamis pagi (08/11), naik dari posisi terendah dalam 20 hari perdagangan yang dipicu oleh pelemahan dolar AS dan juga kuatnya mata uang Real Brasil.
Bangkitnya harga gula juga menerima sentimen dari laporan perusahaan konsultan jasa keuangan dunia INTL FCStone yang memperkirakan surplus gula global menurun di periode 2018/19 sebesar 1,0 juta ton.
Harga gula mentah akhir perdagangan bursa New York pada Kamis pagi (08/11) ditutup naik 0,05 sen atau 0,4 persen pada 13,01 sen per lb. Namun harga gula putih Maret ditutup turun 40 sen atau 0,1 persen di $ 349,30 per ton.
Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga gula masih bertahan naik yang juga mendapat dukungan proyeksi pelemahan dollar AS.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group Editor: Asido Situmorang



