(Vibiznews – Commodity) – Harga biji cokelat atau cocoa di pasar komoditas New York ICE di akhir sesi perdagangan Selasa (13/11) yang ditutup pada Rabu pagi (14/11) naik sedikit. Kenaikan harga cocoa ICE ini merupakan kenaikan dalam 3 hari berturut. Namun terdapat penurunan harga di bursa London oleh kuatnya pound Inggris.
Secara fundamental kenaikan harga kakao ICE mendapat dukungan dari laporan Pantai Gading bahwa petani mengirim 419.055 MT kakao ke pelabuhan dari 1 Oktober – 11 November, yang naik 46,5% dari waktu yang sama tahun lalu. Demikian juga Dewan Kakao Ghana mengatakan membeli 119,894 MT kakao dari petani 5 Okt-1 Nov, atau naik naik 20,3% y / y. Kemudian hasil kakao Afrika Barat juga dapat naik setelah perkiraan Prediksi Pusat Iklim AS rata-rata untuk curah hujan di atas rata-rata untuk sebagian besar daerah Gading dan Ghana untuk minggu ini.
Harga kakao berjangka untuk kontrak paling ramai yaitu bulan Maret di ICE New York naik $7 atau 0,3 persen pada posisi $ 2,255 per ton. Demikian juga untuk harga kakao di bursa London alami penurunan 7 pound atau 0,4 persen pada posisi 1,638 pon per ton, yang merupakan penurunan negatif kelima beruntun, tertekan oleh pound Inggris yang lebih kuat.
Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka yang diperdagangkan di bursa New York malam nanti diperkirakan turun oleh profit taking pasar apalagi jika dolar AS menguat.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group Editor: Asido Situmorang



