(Vibiznews – Commodity) – Harga cocoa di pasar komoditas New York ICE di akhir sesi perdagangan hari Senin (19/11) yang ditutup pada Selasa pagi (20/11) turun ke level terendah 3-minggu karena tanda-tanda persediaan yang cukup setelah data hari ini menunjukkan petani Pantai Gading mengirim 503.783 MT kakao ke pelabuhan dari 1 Oktober-18 November, naik + 39,6% dari waktu yang sama tahun lalu.
Dewan Kakao Ghana pada hari Jumat lalu melaporkan telah membeli 162.419 MT kakao dari petani 5 Oktober – 8 November, dibandingkan dengan pembelian 99.682 MT dari 5 Oktober – 2 Nov tahun lalu. Selain itu kondisi cuaca sebagian besar menguntungkan di semua wilayah yang tumbuh di Afrika Barat seperti Afrika karena citra satelit dari Pusat Prediksi Iklim AS menunjukkan rata-rata curah hujan di atas rata-rata di sebagian besar wilayah Pantai Gading dan Ghana.
Harga kakao berjangka untuk kontrak paling ramai yaitu bulan Maret di ICE New York turun $28 atau 1,25 persen pada posisi $2.206 per ton. Demikian juga untuk harga kakao di bursa London alami penurunan 9 pound atau 0,55 persen pada 1,597 pound per ton yang didorong oleh penguatan poundsterling.
Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka yang diperdagangkan di bursa New York malam nanti diperkirakan turun kembali jika posisi dolar AS bangkit dari pelemahannya sedangkan cocoa London naik jika poundsterling melemah.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group Editor: Asido Situmorang



